Sintanauli

Laporan fasilitator mc-ICP ke-II.

Juli 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Inilah yang menjadi suatu titik kelemahan yang perlu mendapatkan pembenahan yang lebih lanjut. Jelas disadari tetapi harus dimaklumi bahwa dua fasilitator mc-ICP yang ditetapkan berdasarkan pola kearifan lokal adalah ‘petani medok’ yang kurang memahami ‘pentingnya’ suatu agenda harian yang menjadi bagian dari pencatatan dan pelaporan.

Laporan dari ibu R boru Situmorang :
Penyaluran kredit tahap pertama dan kedua, semua sesuai dengan tatatertib yang telah. Hanya sedikit gejolak yang terjadi adalah ‘persoalan pupuk bersubsidi’ yang hilang dari pasaran, sehingga ada sebagian dari yang menggunakan pupuk dengan harga pasar. Oleh distributor pupuk bersubsidi dilingkungan mereka dianjurkan untuk membentuk kelompok tani untuk nantinya bisa lancar memperoleh pupuk bersubsidi.

Laporan dari Amri Aritonang :
Sama seperti laporan yang diatas, hanya ada kejadian insidentil diawal bulan Juli yang lalu menimpa persawahan dari seorang petani yang karena keteledorannya, yang seharusnya menyemprotkan insectiside terganti dengan ‘basmilang’, lahan yang mengalami insidensi ini seluas 10 rante. Tindakan pertolongan segera yang dilakukan adalah dengan segera menyemprot kembali dengan air sebanyak-banyaknya (menggunakan mesin semprotan air) dan memperlancar pengairan. Pada hari ke-7 terlihatlah akibatnya, hampir separuh dari padi tadi mati dengan kondisi akarnya yang tidak berkembang.

Wacana yang perlu dibicarakan oleh mereka, setelah selesai panenan padi nantinya pada bulan akhir Agustus, apakan lahan pertanian padi ini bisa langsung ditanami dengan jagung. Ini adalah sebuah wacana untuk mereka pelajari dan sepakati, dan akan dimintakan suatu penyuluhan pertanian dari Dinas Pertanian ataupun dari Fakultas Pertanian Universitas Simalungun.

Kategori: We work

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Tinggalkan sebuah Komentar